Pertandingan semifinal Copa del Rey antara FC Barcelona dan Atletico Madrid berlangsung penuh tensi dan kontroversi. Bermain di kandang Atletico, Barcelona justru tampil di bawah tekanan sejak menit awal. Babak pertama menjadi mimpi buruk bagi tim tamu setelah mereka tertinggal 4-0 sebelum turun minum.
Barcelona kesulitan mengimbangi intensitas permainan lawan. Pertahanan terlihat rapuh, sementara lini tengah gagal mengontrol tempo. Atletico memanfaatkan setiap celah dengan serangan cepat dan efektif yang membuat skor membengkak dengan cepat.
Memasuki babak kedua, Barcelona mencoba bangkit dan tampil lebih berani. Harapan sempat muncul ketika bek muda Pau Cubarsi berhasil mencetak gol. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama karena intervensi VAR mengubah segalanya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
VAR Delapan Menit yang Picu Perdebatan
Gol Cubarsi awalnya disahkan oleh wasit di lapangan. Para pemain Barcelona sempat merayakan gol tersebut sebagai awal kebangkitan. Namun, tim wasit VAR meminta peninjauan ulang karena dugaan posisi offside dalam proses terjadinya gol.
Proses pemeriksaan berlangsung sangat lama, mencapai delapan menit. Para pemain, pelatih, dan penonton di stadion terlihat kebingungan menunggu keputusan akhir. Situasi ini memicu ketegangan dan membuat ritme pertandingan terganggu.
Setelah penantian panjang, gol tersebut akhirnya dianulir karena dinilai offside. Keputusan ini langsung memicu gelombang kritik. Banyak pihak menilai durasi pemeriksaan terlalu lama dan mencerminkan kurangnya kejelasan dalam sistem VAR yang seharusnya membantu, bukan menambah kontroversi.
Baca Juga: Arne Slot Kritik Wasit: Marc Guehi Seharusnya Mendapat Kartu Merah
Gelombang Kritik dari Pengamat dan Media
Keputusan tersebut mendapat sorotan luas dari pengamat sepak bola. Terry Gibson, analis sepak bola Spanyol, mengkritik lamanya proses VAR yang dinilai berlebihan. Ia menyebut pemeriksaan delapan menit untuk satu keputusan offside sebagai hal yang tidak masuk akal.
Jurnalis Barcelona dari The Athletic, Pol Ballus, juga menyampaikan kebingungannya langsung dari stadion. Ia mengaku tidak mendapat kejelasan mengenai apa yang sebenarnya diperiksa selama proses tersebut berlangsung. Hal ini menambah rasa frustrasi bagi para pendukung Barcelona.
Meskipun tayangan ulang ditampilkan di layar stadion, keputusan itu tetap memunculkan tanda tanya. Kontroversi ini semakin memperpanjang daftar polemik perwasitan yang terjadi di kompetisi sepak bola Spanyol musim ini.
Tantangan Berat di Leg Kedua
Dengan gol yang dianulir, Barcelona tetap tertinggal agregat empat gol. Situasi ini membuat peluang mereka untuk melaju ke final semakin berat. Di leg kedua nanti, mereka harus tampil sempurna untuk membalikkan keadaan.
Barcelona wajib menang dengan selisih minimal lima gol untuk lolos langsung ke final. Jika hanya mampu menang dengan selisih empat gol, pertandingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dan berpotensi ditentukan lewat adu penalti. Tugas ini jelas tidak mudah, terutama setelah performa kurang meyakinkan di leg pertama.
Namun dalam sepak bola, segala kemungkinan masih terbuka. Barcelona kini harus melupakan kontroversi VAR dan fokus mempersiapkan diri demi menciptakan keajaiban di pertandingan berikutnya. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballgearkit.com.
