Como akhirnya mencatat sejarah terbesar dalam perjalanan klub setelah memastikan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya. Kepastian itu didapat setelah mereka meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A musim 2025/2026.
Tim asuhan Cesc Fabregas datang ke pertandingan dengan tekanan besar karena wajib menang sambil menunggu hasil dari pertandingan lain. Situasi sempat membuat para pemain Como berada dalam tekanan karena persaingan menuju empat besar berlangsung sangat ketat hingga pekan terakhir.
Namun keberuntungan akhirnya berpihak kepada Como. Kekalahan AC Milan dari Cagliari membuat Como berhasil naik ke posisi empat klasemen akhir Serie A. Hasil tersebut memastikan mereka tampil di Liga Champions musim depan dan menciptakan sejarah baru bagi klub.
Como Tampil Dominan Sejak Menit Awal
Sejak awal pertandingan, Como langsung menunjukkan permainan agresif dan percaya diri. Mereka mampu menguasai jalannya laga dan membuat Cremonese kesulitan mengembangkan permainan di depan pendukung sendiri.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Cremonese sendiri menghadapi laga penting ini dalam kondisi kurang ideal. Beberapa pemain utama absen karena cedera dan masalah kebugaran. Situasi semakin sulit setelah Youssouf Maleh mengalami cedera pada awal pertandingan sehingga tim tuan rumah kehilangan keseimbangan permainan.
Como memanfaatkan kondisi tersebut dengan sangat baik. Jesus Rodriguez berhasil membuka keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan sapuan lini belakang Cremonese. Gol itu membuat Como bermain semakin nyaman dan penuh percaya diri sepanjang babak pertama.
Baca Juga: Chelsea Hancur di Akhir Musim dan Kini Bertaruh pada Xabi Alonso
Drama Besar Warnai Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Como langsung menambah keunggulan melalui Tasos Douvikas yang sukses menyelesaikan umpan matang dari Jesus Rodriguez. Gol tersebut membuat Como semakin dekat dengan kemenangan penting mereka.
Namun pertandingan sempat memanas ketika Cremonese mendapatkan hadiah penalti setelah Jacobo Ramon menjatuhkan Jamie Vardy di dalam kotak terlarang. Federico Bonazzoli sukses memperkecil ketertinggalan dan membuat suasana pertandingan kembali menegangkan.
Drama semakin besar ketika VAR meminta wasit meninjau pelanggaran Matteo Bianchetti terhadap Douvikas. Wasit akhirnya memberikan penalti untuk Como yang memicu protes keras dari kubu tuan rumah. Situasi panas di pinggir lapangan membuat beberapa pemain Cremonese menerima kartu merah akibat terlalu emosional saat memprotes keputusan wasit.
Como Pesta Liga Champions, Milan dan Juventus Terluka
Lucas Da Cunha kemudian memastikan kemenangan Como lewat dua gol tambahan yang membuat skor berubah menjadi 4-1. Setelah unggul jauh, Como mampu mengontrol pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan. Beberapa saat setelah pertandingan berakhir, kabar kekalahan AC Milan dari Cagliari langsung disambut meriah oleh seluruh pemain dan pendukung Como.
Hasil tersebut memastikan Como resmi merebut tiket terakhir menuju Liga Champions musim depan. Di sisi lain, Juventus harus menerima kenyataan pahit karena gagal lolos ke Liga Champions setelah hanya bermain imbang melawan Torino.
Derby Turin bahkan sempat tertunda akibat bentrokan suporter di luar stadion. Akhir musim Serie A pun ditutup dengan kebahagiaan besar untuk Como dan kekecewaan mendalam bagi klub-klub raksasa Italia lainnya. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di footballgearkit.com.