Gasperini Puas Mentalitas Roma Terus Meningkat di Liga Europa

Bagikan

AS Roma menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang perjalanan mereka di Liga Europa musim 2025/26. Meski belum bisa disebut favorit juara, tim asuhan Gian Piero Gasperini terus menunjukkan peningkatan performa dan karakter yang kuat.

Gasperini Puas Mentalitas Roma Terus Meningkat di Liga EuropaGasperini Puas Mentalitas Roma Terus Meningkat di Liga Europa

Pada matchday 8 League Phase, Roma menghadapi laga sulit di Athena melawan Panathinaikos. Baru berjalan 15 menit, Gianluca Mancini diganjar kartu merah, memaksa Roma bermain dengan 10 orang. Situasi ini memberi tekanan besar, terutama saat Panathinaikos berhasil memanfaatkan kesalahan Daniele Ghilardi untuk mencetak gol.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Meski pincang, Roma tidak menyerah. Gol sundulan Jan Ziolkowski di menit akhir memastikan satu poin tetap dibawa pulang. Hasil ini menegaskan daya juang tim yang tinggi dan mentalitas yang terus membaik, bahkan di bawah tekanan berat.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Puas Mentalitas dan Karakter Pemain

 

Gasperini menegaskan bahwa karakter dan mentalitas pemain menjadi aspek paling membanggakan. Ia menilai anak asuhnya menunjukkan keberanian dan konsistensi yang jarang terlihat di pertandingan berat.

“Roma boleh dikritik dalam banyak hal, tapi bukan karakter para pemain ini,” ujar Gasperini. Ia menambahkan bahwa momen-momen kecil, seperti penyelesaian bola mati, sering kali menentukan hasil laga. Contohnya, gol penyama kedudukan yang dicetak Ziolkowski menunjukkan kecerdikan pemain muda dalam membaca situasi.

Pelatih asal Italia itu juga menyoroti peran pemain senior yang membimbing para pemain muda. Kombinasi pengalaman dan energi baru membantu Roma tetap kompetitif meski menghadapi situasi sulit, seperti absen beberapa pemain kunci termasuk Paulo Dybala.

Baca Juga: FIFA Diterpa Rasa Malu Usai Anugerahi Donald Trump

Tetap Realistis Meski Finis di 16 Besar

Gasperini Puas Mentalitas Roma Terus Meningkat di Liga Europa

Hasil imbang melawan Panathinaikos memastikan Roma finis di peringkat kedelapan League Phase dan langsung lolos ke babak 16 besar Liga Europa. Dengan demikian, mereka terhindar dari babak play-off dan bisa fokus mempersiapkan pertandingan selanjutnya pada bulan Maret.

Gasperini tetap realistis terkait peluang meraih trofi. Ia menekankan bahwa pengalaman dan kepercayaan diri yang diperoleh sepanjang fase grup lebih penting daripada status favorit. Menurutnya, setiap pertandingan adalah kesempatan untuk mencoba pemain berbeda dan mengasah strategi tim.

Jadwal padat bukan menjadi masalah utama, kecuali risiko cedera yang meningkat. Gasperini bahkan menyatakan lebih suka bermain lebih sering dan berlatih lebih sedikit, karena situasi pertandingan memberikan pengalaman terbaik bagi tim.

Pendekatan Lebih Lunak dan Tren Positif Roma

Pelatih berusia 68 tahun ini mengaku kini lebih lunak dalam pendekatan latihan dibandingkan reputasinya sebelumnya yang dikenal keras. “Para pemain lebih suka bertanding daripada berlatih, dan sekarang saya sudah jauh lebih baik,” candanya. Roma bermain setiap tiga hari, sehingga banyak sesi latihan digantikan pertandingan nyata.

Gasperini menilai metode ini efektif untuk perkembangan tim dan pengujian taktik baru. Hasil imbang ini juga menandai tren baru bagi Roma. Sepanjang musim ini, mereka belum pernah meraih hasil seri sebelumnya, sebelum mencatat dua imbang beruntun, termasuk saat ditahan AC Milan di Serie A.

Meski bermain dengan 10 orang, tim tetap mampu mencetak gol dan menciptakan peluang, menunjukkan kematangan mental yang terus berkembang. Ikuti terus perkembangan informasi menarik yang kami suguhkan dengan akurasi dan detail penjelasan lengkap di footballgearkit.com.