Ruben Amorim resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester United setelah dipecat pada Senin (5/1) waktu setempat. Dibawah ini Anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik yang telah dirangkum oleh FOOTBALL GEARKIT.

Keputusan ini datang tak lama setelah MU bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road. Laga tersebut menjadi penampilan terakhir Amorim sebagai sosok utama di pinggir lapangan Setan Merah.
Meski hasil pertandingan tidak sepenuhnya buruk, pemecatan Amorim diyakini bukan disebabkan oleh performa tim di lapangan. Manchester United justru mengambil keputusan berdasarkan dinamika internal klub yang semakin sulit dikendalikan dalam beberapa pekan terakhir.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Situasi ini membuat publik menyoroti apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Pernyataan terakhir Amorim sebelum dipecat pun menjadi sorotan karena dianggap mencerminkan konflik serius antara dirinya dan manajemen klub.
Ketegangan di Balik Ruang Ganti Manchester United
Hubungan Ruben Amorim dengan jajaran manajemen MU dilaporkan memburuk sejak awal tahun. Perbedaan pandangan terkait kebijakan transfer pemain menjadi pemicu utama ketegangan tersebut.
Amorim menginginkan peran yang lebih luas sebagai manajer, bukan sekadar pelatih yang hanya fokus pada sesi latihan dan pertandingan. Ia ingin terlibat langsung dalam proses perekrutan pemain sesuai kebutuhan tim.
Namun, manajemen MU disebut memiliki pendekatan berbeda. Banyak keputusan strategis yang diambil tanpa melibatkan Amorim secara penuh, sehingga menimbulkan rasa tidak puas dan konflik kewenangan.
Baca Juga: Thomas Muller Menikmati Hidup Baru di Kanada dan Dunia Musik
Makna Pernyataan Tegas Ruben Amorim

Dalam salah satu jumpa pers terakhirnya, Amorim menyampaikan pernyataan yang cukup tegas. Ia menekankan bahwa dirinya datang ke Manchester United untuk menjadi manajer, bukan hanya pelatih semata.
Bagi Amorim, peran manajer berarti memiliki kendali teknis yang lebih luas, termasuk dalam urusan transfer dan pengembangan tim jangka panjang. Hal ini menurutnya merupakan kesepakatan awal ketika menerima tawaran dari MU.
Pernyataan tersebut kemudian dianggap sebagai bentuk ultimatum tidak langsung kepada manajemen. Amorim ingin kejelasan peran, sementara pihak klub tampaknya tidak sepenuhnya sejalan dengan tuntutan tersebut.
Akhir Singkat Era Amorim di Old Trafford
Ucapan Amorim yang menyinggung batas waktu 18 bulan menjadi titik balik yang menentukan. Kalimat itu dinilai sebagai garis tegas yang sulit dikompromikan oleh manajemen Manchester United. Tak lama setelah pernyataan tersebut, MU memilih untuk berpisah.
Keputusan ini menutup era singkat Ruben Amorim di Old Trafford yang penuh harapan namun diwarnai konflik internal. nBagi Amorim, kepergian ini menjadi pelajaran penting tentang perbedaan budaya manajemen klub.
Sementara bagi Manchester United, pencarian sosok yang mampu menyatukan visi manajemen dan tim kembali menjadi pekerjaan rumah besar. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballgearkit.com.
