Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kini membayangi persiapan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Hubungan kedua negara memburuk beberapa pekan terakhir, termasuk dampak dari kebijakan larangan perjalanan yang diperluas oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap 39 negara.

Situasi kian kompleks setelah serangan militer AS yang disebut “operasi tempur besar” bersama Israel menyasar beberapa titik di Iran, termasuk Teheran. Ancaman ini memunculkan spekulasi bahwa Iran bisa memboikot Piala Dunia 2026, yang tinggal sedikit lebih dari 100 hari lagi.
Meski pemain dan delegasi Iran kemungkinan mendapatkan pengecualian visa, prosedur imigrasi tetap menjadi kekhawatiran utama. Awal tahun ini, pejabat Iran bahkan sempat mengancam akan memboikot undian putaran final di Washington, D.C., sebelum akhirnya tetap hadir.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Regulasi FIFA Jika Iran Mundur
Iran memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah finis sebagai juara Grup A kualifikasi zona Asia. Dalam undian, mereka tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dengan seluruh pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung di AS.
Jika Iran mundur, regulasi FIFA mengatur tim pengganti. Buku peraturan menyebutkan tim yang mundur akan digantikan oleh peserta alternatif yang ditunjuk, biasanya runner-up play-off kualifikasi atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi tersebut.
Selain itu, jika penggantian tidak memungkinkan karena waktu atau visa, slot grup dapat diisi tim pengganti tanpa mengubah jadwal. Dalam kasus luar biasa, pengaturan grup pun bisa disesuaikan untuk menjaga kelancaran turnamen.
Baca Juga: Evanilson Selamatkan Bournemouth dari Kekalahan atas Sunderland
Kandidat Pengganti Iran

Uni Emirat Arab (UEA) menjadi kandidat pengganti yang potensial. UEA merupakan tim peringkat tertinggi yang gagal lolos di kualifikasi Asia dan sebelumnya melaju ke play-off kontinental menghadapi Irak. Namun, UEA kalah agregat 2-3 dari Irak, sehingga Irak berhak melaju ke play-off antarbenua melawan Bolivia atau Suriname.
Opsi lain adalah Irak mengisi langsung posisi Iran di Grup G, sementara UEA mengambil alih tempat Irak di play-off antarbenua. Skema ini memungkinkan jalur kualifikasi tetap berjalan tanpa mengganggu format turnamen.
Langkah penggantian ini dirancang untuk memastikan kompetisi tetap adil dan menjaga jumlah tim peserta tetap lengkap, sekaligus memberikan peluang kepada tim yang berhak berdasarkan prestasi di kualifikasi.
Sikap FIFA dan Tindakan Pencegahan
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyampaikan pihaknya memantau situasi dengan seksama. Ia menegaskan bahwa turnamen akan tetap diadakan dengan semua tim, sekaligus memastikan keamanan pemain dan staf.
FIFA menjalin komunikasi rutin dengan pemerintah tuan rumah, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, untuk menilai situasi keamanan. Setiap keputusan akan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan semua pihak yang terlibat.
Grafstrom menambahkan, meski isu geopolitik mengganggu persiapan, fokus utama FIFA tetap menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dan lengkap. Semua tim yang lolos akan dipastikan bisa berpartisipasi, sambil menyiapkan rencana darurat jika ada kendala mendadak. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballgearkit.com.
