FIFA Diterpa Rasa Malu Usai Anugerahi Donald Trump

Bagikan

Keputusan FIFA memberikan FIFA Peace Prize kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu rasa malu di lingkungan internal federasi sepak bola dunia. Dibawah ini Anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik yang telah dirangkum oleh .

FIFA Diterpa Rasa Malu Usai Anugerahi Donald Trump

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada acara undian Piala Dunia 2026 di Washington DC pada Desember lalu. Banyak pejabat di FIFA kini merasa canggung setelah melihat dampak yang muncul setelah penganugerahan tersebut.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Trump menerima penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan atas klaim tindakan guna mempromosikan persatuan dan perdamaian global. Infantino memuji Trump sebagai sosok pemimpin yang layak menerima Peace Prize pertama tersebut, bahkan menyebutnya sebagai simbol harapan dan persatuan di dunia.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Namun reaksi pascapenghargaan tidak sepenuhnya positif. Ketidakjelasan proses seleksi menimbulkan kontroversi politik. Banyak anggota FIFA merasa cemas karena organisasi yang biasanya netral kini berada dalam sorotan global.

Kontroversi Trump dan Tindakan Global yang Dipersoalkan

Setelah menerima FIFA Peace Prize, tindakan politik Donald Trump membuat posisi FIFA semakin sulit. Sebagian pihak mempertanyakan kesesuaian penghargaan perdamaian itu mengingat kebijakan luar negeri dan kritik yang diterima Trump di berbagai isu global.

Sikap kontroversial Trump dalam beberapa kebijakan luar negeri memicu kegelisahan di kalangan pejabat FIFA. Hal ini terutama terlihat ketika Trump terlibat dalam operasi militer dan intervensi di beberapa negara, yang kemudian memunculkan kritik luas dari kelompok HAM dan pemerhati politik dunia.

Banyak pihak mempertanyakan apakah FIFA, yang dikenal sebagai organisasi olahraga netral, seharusnya terlibat dalam pemberian penghargaan yang bernuansa politik. Kritikus menilai langkah ini dapat merusak kredibilitas FIFA sebagai badan olahraga internasional.

Baca juga: Man City Resmi Dapatkan Marc Guehi dari Crystal Palace 

FIFA Usulkan Perdamaian Lewat Sepak Bola

FIFA Diterpa Rasa Malu Usai Anugerahi Donald Trump

Walau banyak kritik bermunculan, FIFA tetap kukuh mempertahankan keputusan pemberian Peace Prize kepada Donald Trump. Federasi menyatakan penghargaan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk mengakui tindakan luar biasa yang memajukan perdamaian dan persatuan dunia.

Seorang juru bicara FIFA menegaskan bahwa penghargaan perdamaian tersebut bertujuan menunjukkan peran sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa. FIFA juga menilai hubungan baik dengan Amerika Serikat dan negara tuan rumah Piala Dunia lain menjadi fondasi penting bagi kesuksesan turnamen.

Namun, internal FIFA tetap merasa tidak nyaman. Kontroversi muncul tidak hanya dari luar, tapi juga dari dalam federasi. Beberapa pejabat menilai keputusan ini tidak sepenuhnya mencerminkan nilai olahraga yang netral dan bebas politik.

Efek Koridor Politik Menjelang Piala Dunia 2026

Kontroversi FIFA Peace Prize dan reaksi di dalam federasi kini menjadi salah satu topik yang terus muncul menjelang Piala Dunia 2026. Pertandingan internasional terbesar itu akan digelar di tiga negara tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di satu sisi, FIFA berharap momentum ini bisa menunjukkan sepak bola sebagai simbol persatuan global. Di sisi lain, keterlibatan politis melalui penghargaan semacam ini justru dapat menjadi beban reputasi menjelang event penting tersebut.

Kritik terhadap proses seleksi dan netralitas FIFA kini menjadi perbincangan hangat di media internasional, menggambarkan bagaimana sepak bola dan politik global bisa saling terkait dalam situasi yang rumit. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballgearkit.com.